Menggali jiwa Kenegarawan


Informasi terbaru Menggali jiwa Kenegarawan kami sediakan khusus untuk pembaca setia punyannyuh.blogspot.com, semoga informasi Menggali jiwa Kenegarawan memberikan pengetahuan lebih untuk kita semua.
Masyarakat Indonesia terdiri dari beragam Suku, agama, ras dan adat istiadat. Dengan jargon Bhinneka Tunggal Ika negara ini bisa membangkitkan semangat persatuan (Nation) sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai detik ini hanya tersisih 1 provinsi yaitu Timor Timur, yang sudah memisahkan diri dengan jajak pendapatnya. Mungkin kita tidak akan berbicara tentang polemik pemisahan pulau, provinsi atau wilayah dalam bentuk apapun dari wadah NKRI tadi. Tapi bagaimana kita menjaga agar keutuhan ini tetap terjalin hingga perjalanan umat manusia di bumi ini sirna (alias kiamat), wallahua'lam bissawab. 

Pertama, sebagai warga negara, terutama masyarakat bawah, kita sangat mendukung adanya pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, negara bebas KKN, pengangguran dll. Karena ini menjadi persoalan bangsa yang sampai detik ini belum juga menunjukkan hasil yang signifikan. Mari kita perhatikan, banyak program yang diluncurkan untuk merealisasikan gagasan diatas. Hanya saja kenapa, ketika dalam tataran teknis pelaksana program, selalu diwarnai kegagalan..

Kedua, jika kita dengar suara dibawah, masyarakat seakan apatis terhadap kinerja pemerintah, dengan dalih mereka tidak pernah menikmati produk kebijakan secara total. Indikatornya adalah masih banyak pelayanan yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat dirasa kurang maksimal, sehingga masyarakat kecewa, Misal ; mengurus sertifikat tanah, ijin usaha, sampai KTP dan KK. Meskipun terjadi perbedaan di setiap daerah sebagai bentuk pelaksanaan UU No.32 Tahun 2004. Sehingga apakah hal ini tetap mau di biarkan? Ketiga, membedah sedikit tentang kasus sengketa perbatasan RI dengan Malaysia, seperti yang kita tonton di TV, begitu mudahnya negara lain merongrong tapal batas, selain memindah patok batas kedua negara. Aparat mereka sering bertindak semena-mena terhadap terhadap rakyat Indonesia yang melanggar batas, sebaliknya negara kita lemah dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan asing di wilayah perairan negara kita.

Keempat, event PEMILU menjadi ironi bagi kita, bahwa, rakyat tidak lagi ikhlas menggunakan hak pilih demi adanya pemimpin2 mereka yang amanah, tanpa adanya ibalan. Sehingga di level manapun banyak terjadi praktek money politik. Artinya, kredibilitas rakyat kita sedang diuji untuk menggunakan haknya secara murni hanya semata-mata terpilihnya figur yang baik, sehingga ketika mereka terpilih banyak yang mengecewakan rakyat secara keseluruhan.

Apabila kita kupas satu-persatu mungkin tidak akan pernah ada habisnya, mungkin point-point diatas cukup dijadikan sampling bahwa, negara ini menghadapi banyak kesulitan-kesulitan dalam membangun sistem yang baik. Meskipun kita tahu aturan dan perundang-undangan sudah dibentuk dengan bagus bahasa dan pasal-pasalnya. Apakah ini yang dikatakan bahawa essensi nasionalisme kebangsaan kita sudah luntur, tergilas gaya hidup yang semakin menggeser jiwa kenegarawanan kita. Sampai kapan kemajuan akan kita tunggu, perlukah kita mulai dari diri sendiri?
Tinggalkan komentar anda tentang Menggali jiwa Kenegarawan jika anda suka dengan artikel yang kami suguhkan.

0 komentar:

Posting Komentar