Sejarah Gorontalo, mana Buktinya??


Informasi terbaru Sejarah Gorontalo, mana Buktinya?? kami sediakan khusus untuk pembaca setia punyannyuh.blogspot.com, semoga informasi Sejarah Gorontalo, mana Buktinya?? memberikan pengetahuan lebih untuk kita semua.
Oleh Veriyanto Madjowa dan Rahman Daka

Sejarah diperlukan sebagai pembanding. Avicenna atau Ibnu Sina, sebagai dokter dan pemikir gemilang, belajar dari Yunani (khususnya Aristoteles juga Socrates). Saya sepakat bahwa sejarah di G orontalo (tentang raja-raja) ada banyak versi, yang disesuaikan dengan kepentingan keturunan.

Tahun 1993, ketika menulis untuk harian Republika, saya mengutip tentang Islam di Gorontalo masuk tahun 1525, melalui Raja Amay. Saat itu, tidak tebersit dalam pikiran saya untuk mengetahui di mana kuburan raja Amay atau peninggalan Islam yang bisa menguatkan bahwa Islam di Gorontalo itu masuk 1525.

Begitu juga dengan Popa dan Eyato. Eyato dibuang ke Ceylon, tapi apakah masih ada kuburannya di sana? Apakah ada keturunan Eyato yang beranak pinak di sana dan membuat perkampungan Hulontalo, seperti halnya Imam Bonjol, Diponegoro, dan Kyai Modjo?

Komunitas Jawa Tondano di lembah sekitar Danau Tondano menunjukkan dengan jelas ada pertalian yang kuat.

Saya membandingkan tulisan Alim Niode dan Elnino tentang Amay dengan Owutango. Sebelum anaknya naik tahta (1550), Amay dan Owutango cerai dan bertemu dengan Sultan Babullah. Kalau benar catatan itu, di dalam susunan pemimpin di Ternate tahun 1537 รข€" 1570 yang menjadi pemimpin Ternate adalah Sultan Hairun. Babulah sebagai Sultan nanti tahun 1570-1584. Apa benar Babullah menyunting Owutango yang mungkin sudah berusia di atas 50 tahun?

Masih banyak yang perlu ditelusuri, yang tentunya bukan untuk kepentingan keturunan.

Saya sependapat bahwa sejarah sangat penting. Dari sejarah kita banyak belajar ke arah yang lebih maju. Sejarah juga perlu dipelajari karena dari sana kita belajar bagaimana dinamika perkembangan masyarakat kita dari masa ke masa. Sejarah bukan hanya bercerita tentang kepahlawanan atau perjuangan melawan penjajah, tetapi juga mempertanyakan mengapa hal tersebut terjadi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Semester lalu saya malahan belajar sejarah ekologi (historical ecology) tentang bagaimana perubahan ekologi dari masa kemasa dan mengapa demikian.

Kalo yang dimaksud Nino dengan "piilu", saya pikir itu berbeda jauh dengan sejarah. Sejarah tidak pernah berbohong, walaupun ada pameo yang mengatakan bahwa sejarah selamanya ditulis oleh orang yang berkuasa. Makanya Belanda memang menulis sejarah dengan versi mereka, sesuai dengan frame budaya mereka, pengetahuan terbatas mereka terhadap bangsa kita dan terutama kepentingan mereka terhadap ekonomi dan misi gereja.

Walaupun demikian, akan selalu ada counter terhadap "kebohongan sejarah", misalnya setelah Soeharto jatuh, maka "sejarah" G30S/PKI oleh Nugroho Notosusanto dan film Janur Kuning dipertanyakan lagi (maaf kalo ada kemanakan dan keluarga Nugroho Notosusanto). "Keterlibatan" Soekarno dalam pemberontakan PKI-pun sekarang mulai digali lagi.

Saya ndak tahu apakah ada orang Gorontalo yang betul-betul sejarawan dan mendalami sejarah Gorontalo. Kita memang tidak punya budaya mengarsip karena memang kita lebih berbudaya tutur daripada budaya tulis. Saya pikir memang perlu diversifikasi keilmuan untuk generasi orang Gorontalo ke depan termasuk sejarawan, supaya tidak hanya didominasi oleh orang-orang yang banyak membuat "piilu".

Setahu saya, setiap sejarah punya fakta-fakta dan bukti yang mendukung kebenaran sejarah itu, misalnya dengan dokumen, artifak, kuburan, dll. Kalo Nino bilang marga yang satu punya sejarah yang berbeda dengan yang lain, atau dosen di IKIP/UNG yang buat sejarah piilu, itu karena mungkin kita belum punya sejarawan yang betul-betul belajar sejarah, minimal pernah kuliah di jurusan sejarah.

Kalo Nino beranggapan bahwa yang sekarang cuma piilu, maka memang perlu dibuat dari nol lagi untuk sejarah Gorontalo yang memang didasarkan pada fakta-fakta dan bukti yang ilmiah. Siapa yang mo mulai????
Tinggalkan komentar anda tentang Sejarah Gorontalo, mana Buktinya?? jika anda suka dengan artikel yang kami suguhkan.

0 komentar:

Posting Komentar